Merasa Traffic Blog atau Website “Merosot Tajam”? Jangan-Jangan Ini Dia Penyebabnya

Pernahkah kamu merasa suatu ketika trafik pada blog/website yang kamu miliki mengalami perubahan secara dratis? Lebih tepatnya jumlah visitor jatuh merosot tajam dari bulan-bulan sebelumnya?

Jika kamu pernah mendapati hal itu, coba ingat-ingat hal apa yang terakhir kali kamu lakukan? Apakah kamu melanggar aturan Google? atau memang kamu merasa tidak melakukan hal yang bisa membuat website terkena Google Sandbox?

Pada dasarnya ada beberapa faktor internal & eksternal yang bisa membuat trafik bisa turun drastis, beberapa faktornya seperti berikut.

1. Mengganti Nama Domain Blog/Website

ganti nama

Nama domain ibarat sebuah alamat fisik rumah, jadi jika kamu pindah rumah otomatis kamu juga akan mengganti alamat rumah bukan?

Itulah analoginya kalau kamu mengganti nama domain. Wajar bila traffic website/blog turun, karena tamu yang biasa datang (dalam hal ini visitor) masih belum mengetahui bahwa alamat/domain kamu telah pindah. Oleh karena itu jika ingin mengembalikan traffic pulih, sebaiknya jangan lupa melakukan redirect url lama ke url baru pada Google Search Console dan berbagai keperluan lainnya yang dirasa penting.

Saat kamu mengabaikan hal ini, secara otomatis website/blog kamu akan membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali mendapatkan visitor yang akan dikonversi menjadi traffic oleh Google Analytic.

2. Melakukan Redesign/Menggunakan Template yang Lain

web-redesign

Traffic website bisa turun bukan karena hanya mengganti nama domain blog, tapi juga melakukan redesign ataupun mengganti template (jika menggunakan CMS seperti WordPress, Blogspot, Weebly, dll).

Mungkin hal ini terdengar aneh, namun begitulah kenyataannya. Banyak orang yang merasa trafik dalam website sangat jatuh merosot setelah melakukan hal ini. Hal ini disebabkan robot (crawler) perlu melakukan index ulang terhadap seluruh komponen website.

Karena itu jangan sampai ke depannya kamu melakukan perubahan pada layout ataupun mengganti template karena bisa berakibat buruk.

Jadi saat awal, tetapkan bahwa template ataupun design  yang digunakan sudah bersifat final.

Baca juga: 10 Cara Praktis Tapi Efektif Untuk Meningkatkan Trafik Website

3. Terjadi Perubahan Algoritma Google

Algoritma Google Terbaru

Saat Google melakukan update algoritma terbaru, semua situs website pasti akan mengalami dampak dari update tersebut ada yang bersifat positif hingga negatif. Tergantung dari cara mereka merawat blog/website selama ini.

Berbagai algoritma dari masa ke masa seperti Google Panda, Penguin, Hummingbird, Mobilegeddon, Hingga Fred sudah terjadi dan membawa dampak yang besar dalam dunia SEO.

Saat kamu melakukan optimasi SEO secara berlebihan, maka algoritma Google yang ada akan membuat website/blog kamu mendapat hukuman dan mungkin saja trafik yang turun adalah salah satu akibatnya.

Menurut salah satu Jasa SEO atau digital marketing agency untuk mendapatkan hasil SEO yang baik demi meningkatkan trafik cukup lakukan optimasi on-page dan off-page secara wajar & relevan. Dengan begitu website/blog akan aman dan tidak akan terkena dampak negatif saat Google melakukan update algoritmanya.

4. Coba Cek Adakah Kesalahan/Tracking-Code yang Hilang pada Website/Blog

kesalahan

Terkadang hal kecil seperti ini luput dari perhatian namun saat terjadi bisa membawa kepanikan yang luar biasa bukan?

Sebaiknya sering-sering mengecek kondisi tool/plugin yang digunakan untuk melakukan pengecekan jumlah trafik pada website/blog, bisa jadi tool/plugin tersebut mengalami error sehingga menyebabkan jumlah trafik yang ditampilkan bukan hasil yang sebenarnya.

Itulah beberapa alasan yang membuat kenapa traffic website bisa merosot tajam, jadi mulailah untuk melakukan pengecekan pada blog secara rutin.

top