Prediksi Trend Online Marketing di Tahun 2017

trend-digital-2017

Pemenang adalah mereka yang memprediksi perubahan dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Demikian halnya dalam dunia online marketing, sebuah bidang yang sangat dinamis, terus berubah, dan selalu menawarkan hal-hal baru yang menarik untuk dipelajari. Jika pemasaran dan penjualan bisnis Anda sangat tergantung dari pemasaran online di internet, maka Anda perlu memperhatikan trend yang akan terjadi di tahun 2017 ini.

Analisa Trend Masa Depan Berdasarkan Trend Masa Lalu

Untuk meramalkan apa yang sekiranya akan menjadi trend digital marketing di tahun 2017 ini, ada baiknya kita kilas balik sejenak.

Tahun 2016 yang baru saja berlalu telah memberikan begitu banyak dinamika online marketing, mulai dari berbagai macam update alogaritma Google, fitur baru Google Adwords, Facebook yang dihebohkan oleh hoax news, viral game Pokemon, dan masih banyak lagi.

Nah, dari fenomena tersebut, berikut adalah trend online marketing 2017 yang kami rangkum dari Forbes:

1. Kebangkitan Augmented Reality (AR)

508800-pokemon-go

Sebenarnya teknologi Augmented Reality sudah lama ada, tetapi sejauh ini belum begitu popular dan memasyarakat, apalagi untuk keperluan digital marketing. Namun, perlu dicatat belakangan ini gadget Virtual Reality (VR) sedang gencar dipasarkan, yang notabene bisa membuat pengalaman merasakan Augmented Reality yang lebih berkesan.

Meledaknya game Pokemon Go, termasuk di Indonesia, dapat kita simpulkan sebagai pertanda bahwa masyarakat luas sudah cukup familiar dengan pengalaman merasakan Augmented Reality. Bisa jadi, di tahun 2017 ini akan banyak brand yang memanfaatkan game-game berbasis virtual reality tersebut untuk keperluan beriklan ataupun branding.

2. Video Streaming Marketing

nonton-streaming-handphone

Internet yang lebih cepat + dan bundling kuota berkapasitas besar = pengguna video streaming meningkat.

Di tahun 2016 silam kita bisa melihat banyak operator yang berlomba-loma menawarkan internet cepat 4G yang dibundling dengan kapasitas kuota besar, namun dengan harga yang lebih hemat. Tidak hanya itu, operator banyak bekerja sama dengan penyedia konten seperti layanan musik streaming dan video streaming, sehingga pengguna layanan tersebut melonjak.

Itu sebabnya, pemasaran digital dalam bentuk live video streaming juga diprediksi akan menggeliat di tahun 2017 ini.

3. Native Advertising

iklan-online-native-ads

Bagi Anda yang belum pernah mendengar jargon ini, native advertising pada prinsipnya adalah sebuah bentuk iklan yang terlihat seolah-olah tidak sedang beriklan. Dalam online marketing, seringkali bentuknya adalah sebuah artikel edukasi, tips dan trik, atau sejenisnya.

Native advertising sebenarnya bukan barang baru, bisa dibilang teknik ini sudah cukup lama. Tetapi dalam ranah online marketing, teknik ini baru mulai populer digunakan, dan diprediksi tahun 2017 ini akan semakin melonjak, karena semakin banyak konsumen yang dibombardir oleh hard-selling advertising.

4. Niche-Specific Marketing

niche-online-marketing

Di awal-awal booming online marketing, secara umum bisa dibilang campaign marketing yang dilakukan bersifat general, tidak menarget segmen yang khusus, dan pesan iklan yang disampaikan juga umum-umum saja.

Tapi seiring semakin banyaknya perusahaan yang berlomba-lomba memenangkan persaingan di ranah online, maka pasar juga semakin jenuh, dan semua campaign mulai terlihat seperti komoditas. Itu sebabnya beberapa brand mulai menerapkan konsep niche-specific advertising dalam setiap campaign-nya, mulai dari social media, SEM, SEO, dan pemasaran offline-nya.

5. Content Marketing

contoh-content-marketing

Terdengar “basi” kah bagi Anda? Bahkan Anda mungkin kaget, teknik basi ini kok malah jadi trend?

Banyak yang sudah mendengar content marketing, tetapi sangat sedikit sekali yang memahami dan menjalaninya dengan benar. Kebanyakan orang berpikir kalau content marketing itu hanyalah menuliskan artikel (yang bisa dibeli murah dari jasa penulis artikel yang menjamur di internet), lalu pasang di website atau blog, selesai.

Tetapi tidak sesederhana itu. Content marketing itu tidak hanya dalam bentuk artikel, tetapi bisa juga dalam bentuk infographic, video, download file, dan sebagainya. Content marketing juga harus memiliki objektif yang jelas, misalnya meningkatkan brand awareness, berpotensi viral, meningkatkan reputasi, interaksi, dan sebagainya.

Jadi, bukan hanya sekedar menulis artikel asal jadi di blog loh ya! 🙂

Bagaimana dengan Online Marketing Konvesional?

Strategi digital marketing yang sudah umum seperti SEO, landing page, email marketing, PPC ads, social media marketing, dan sebagainya diperkirakan akan tetap menjadi strategi online marketing yang penting dan efektif, belum menunjukkan tanda-tanda akan ditinggalkan.

Intinya:
– Selama mesin pencari Google masih dipakai milyaran orang, maka SEO dan SEM tidak akan pernah mati.
– Selama Facebook masih menjadi social media yang dipakai milyaran orang, maka social media ads tidak akan pernah mati.

Setuju? 🙂

top